0341 9481 481 / 081 233 480 480

LiveZilla Live Help

Pengolahan Bandeng Tanpa Duri/Hanaduro

Ikan Bandeng (Latin: Chanoschanos atau Inggris: Milkfish) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki rasa yang spesifik, dan telah dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri. Menurut penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan(1996), kandungan omega-3 bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/mackerel (3.9%). Dengan kandungan protein yang tinggi (20.38%), bandeng merupakan salah satu sumber pangan yang sangat bergizi.  Kelemahan dari bandeng yaitu banyaknya tulang dan duri di dalam tubuhnya sehingga berisiko tinggi bila dikonsumsi oleh anak-anak. Susunan duri yang terdapat pada bandeng kurang lebih sebagai berikut:

  • Pada bagian punggung ada 42 pasang duri bercabang yang menempel di dalam daging dekat permukaan kulit luar.
  • Bagian tengah ada 12 pasang duri pendek.
  • Pada rongga perut ada 15 pasang duri pendek.
  • Bagian perut dekat ekor ada 12 pasang duri.



Salah satu jenis olahan bandeng agar mudah dan aman dikonsumsi oleh segala usia adalah masakan bandeng tanpa duri. Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan solusi alternatif dengan metoda yang sangat sederhana, dimana hanya membutuhkan sedikit keterampilan dalam mencabut duri. Ketelitian sangat diperlukan dalam melakukan pengolahan ini. Pengetahuan mengenai letak duri pada ikan dan jumlah duri yang terdapat pada setiap ruas daging ikan bandeng sangat diperlukan, juga pengetahuan mengenai rantai dingin karena selama pengolahan ini kesegaran ikan sangat diutamakan.

Berikut ini tahapan pengolahan bandeng tanpa duri/hanaduro sebagai berikut :

1. Pembelian Bahan Baku
Dalam melakukan pembelian bahan baku, terlebih dahulu harus mengetahui ciri-ciri ikan bandeng segar yaitu: mata bening, tekstur kenyal, sisik tidak terkelupas, insang berwarna merah dan tidak berbau tanah apabila kita mencium dari insangnya. Hindari membeli ikan yang kurang segar karena akan mempengaruhi kualitas produk akhir.

2. Pencucian
Dalam melakukan pencucian harus menggunakan air yang bersih dan dingin dengan menggunakan es supaya kualitas ikan tidak menurun akibat kenaikan suhu.

3. Pembuangan Sisik, Insang, dan Isi Perut
Hal ini dilakukan agar ikan bersih dari kotoran. Ikan yang telah dibersihkan secepatnya diberi es supaya kualitas tetap terjaga.

4. Penyortiran
Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran ikan sehingga seragam. Gunakan keranjang yang telah diberi es sebagai wadah ikan yang telah disortir.

5. Pembuangan Sirip Punggung dan Tulang Tengah
Setelah insang dan isi perut dibuang kemudian dilakukan perapihan bagian punggung dengan pisau. Perapihan bagian punggung dilakukan mulai dari ekor hingga kepala. Perapihan ini dilakukan untuk merapikan bentuk bandeng.
Pembuangan tulang tengah dimulai dari bagian kepala hingga ekor. Pada saat di bagian ekor, tulang tengah dipotong menggunakan pisau. Gunakan pisau yang tajam, talenan, dan sarung tangan yang bersih.

6. Pencucian
Ikan dicuci satu persatu dengan menggunakan air mengalir atau menyiram ikan dengan air (jangan lakukan perendaman dalam wadah karena kotoran air dapat menempel kembali pada ikan).

7. Pencabutan Duri
Bandeng yang telah dicuci ditiriskan terlebih dahulu selama 3 menit didalam keranjang agar airbtidak lengket di tubuh ikan. Pada tahap pencabutan, gunakan pinset yang bersih dan sarung tangan. Pencabutan duri dimulai dari bagian tengah. Hal ini untuk memastikan duri yang tidak lepas pada saat membuang tulang tengah. Pencabutan dilanjutkan pada sisi punggung ikan dengan membuat ruas tempat duri terletak. Perhatikan posisi duri dengan melihat gambar susunan duri/tulang bandeng yang telah dilampirkan. Lakukan pengecekan duri pada bandeng dengan cara menggeser pinset dari kepala hingga ekor pada ruas duri. Apabila masih terdapat duri maka akan terasa berbentur dengan ujung pinset. Bandeng yang telah dicabut durinya secepat mungkin diletakkan pada wadah yang berisi es.

8. Pencucian
Setelah bandeng dicabut durinya kemudian dicuci untuk membersihkan kotoran yang masih menempel pada ikan selama tahapan sebelumnya. Ikan dicuci satu persatu dengan menggunakan air mengalir yaitu dengan cara menyiramnya dengan air dalam wadah yang dapat menyebabkan kotoran air tidak menempel kembali pada ikan. Gunakanlah air yang bersih dan dingin dengan menggunakan es supaya kualitas ikan tidak menurun akibat kenaikan suhu. Bandeng yang telah dicuci tetap dalam keadaan dijaga. Bandeng yang telah dicuci diletakkan dalam wadah yang berisi es.


9. Pengemasan
Bandeng yang telah dicuci ditiriskan terlebih dahulu selama 5 menit di keranjang lalu dikemas satu persatu. Untuk jenis pengemasannya menggunakan plastik jenis PE (polyethylene) yang banyak dijual di toko plastik dan tidak membutuhkan plastik spesifik seperti bandeng presto. Sealer ikan yang telah dikemas dalam plastik dengan menggunakan mesin hand sealer. Bandeng yang telah beku siap untuk dipasarkan.

Sumber :
1. Panduan Pengolahan dan Pemasaran Ikan Bandeng. Pemkab Bireuen, Dinas Kelautan Prov.Aceh bekerjasama dengan FAO, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. http://www.scribd.com
2. Bandeng .id.wikipedia.org

Misbachul Munir

Misbachul Munir

IT Manager situsMESIN

Website: www.situsmesin.com
blog comments powered by Disqus

Member Area

 

Penulis

Komentar Terbaru