0341 9481 481 / 081 233 480 480

LiveZilla Live Help

Misbachul Munir

Misbachul Munir

IT Manager situsMESIN

Website URL: http://www.situsmesin.com E-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Selama ini buah sukun (Artocarpus communis) hanya diolah secara biasa, baik direbus, digoreng atau dibakar. Agar memiliki nilai tambah ekonomis, buah sukun perlu diolah dengan berbagai macam produk, misalnya keripik sukun dan tepung sukun. Dari tepung tersebut dapat diolah kembali menjadi berbagai panganan bernilai jual tinggi dan kaya nutrisi seperti donat, bolu, dan roti taart.

Menurut Koswara 2006, buah sukun memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.  Dalam 100 gram berat basah sukun mengandung karbohidrat 35,5%, protein 0,1%, lemak 0,2%, abu 1,21%, fosfor 35,5%, protein 0,1%, lemak 0,2%, abu 1,21%, fosfor 0,048%, kalsium 0,21%, besi 0,0026%, kadar air 61,8% dan serat atau fiber 2%. 

Daging buah yang telah dikeringkan dapat dijadikan tepung dengan kandungan pati sampai 75%, 31% gula, 5% protein, dan sekitar 2% lemak.

 

Pengolahan Buah Sukun Menjadi Tepung Sukun :

  1. Pilih buah sukun yang sudah tua tapi masih keras (mengkal) atau 7—10 hari sebelum petik optimal, sehingga diperoleh mutu tepung yang baik dan rendemen tinggi.
  2. Kupas kulitnya dan potong – potong menjadi ukuran yang lebih kecil.
  3. Lakukan pemblansiran (5-10 menit).
  4. Dijemur hingga kering.
  5. Sukun kering ditumbuk.
  6. Diayak dan dibersihkan.
  7. Dijemur sampai menjadi tepung yang bersih.

Biasanya pada musim kemarau penjemuran menghabiskan waktu 3 hari. Tujuan dari pemblansiran atau pengukusan adalah untuk menghindari warna coklat pada buah sukun yang telah dikupas.

Kemudian dikemas dalam kantong plastik, dan disimpan atau siap untuk didistribusikan. Pengemasan tepung sukun yang baik dapat tahan hingga 9 bulan. Rendemen tepung sukun bervariasi 17—24,4%, tergantung tingkat kemasakan buah sukun, varietas, dan teknik/cara pembuatan tepungnya. Pada tingkat ketuaan optimal rendemen tepung akan semakin tinggi, karena kadar patinya tinggi. (Anonymous, 2009)

 

Berbagai Olahan Makanan dari Tepung Buah Sukun

 

a. Roti Tart tepung sukun

Bahan-bahan :

8 butir telur, 2 ons gula pasir, 2 ons tepung sukun, 1 sendok makan avalet, 2 ons mentega dicairkan, 1 sendok makan panili

 

Cara pembuatan :

  1. Kocok telur dan gula  hingga mengembang.
  2. Masukkan ovalet, bubuk powder, tepung sukun,dan mentega, kemudian kocok hingga rata.
  3. Tuangkan ke dalam loyang yang telah diolesi mentega.
  4. Bakar hingga kuning kemudian diangkat,selanjutnya bisa dihias sesuai dengan selera/seni dengan butter cream yang telah diberi warna sesuai selera.

 

b. Bolu Sukun

Bahan –bahan yang digunakan :

1 gelas tepung sukun,4 butir telur,1,5 ons gula, 1 bungkus panili, 1,5 ons mentega cair.

 

Cara Pembuatan :

  1. Campur telur, gula, ovalet, panili  kemudian dikocok hingga warnanya putih.
  2. Masukkan tepung sukun kedalam kocokan pertama, kemudian dikocok lagi pelan-pelan dan diberi mentega dan diaduk sampai merata. Kemudian dimasukkan ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega kemudian dibakar hingga matang.
  3. Setelah matang dipotong-potong lalu dibakar hingga kering.

 

c. Donat Sukun

Bahan-bahan yang digunakan :

1 buah sukun,150 g gula pasir,0,25 gr tepung terigu, 1 butir telur, 100 g mentega, misis dan minyak mentega secukupnya.

Cara Pembuatan :

  1. Kupas buah sukun.
  2. Cuci kemudian di kukus lalu dihaluskan.
  3. campur sukun dengan telur, gula, tepung terigu, dan aduk sampi tidak lengket.
  4. Bentuk adonan menjadi donat dan goreng sampai warna kecoklatan kemudian tiriskan.
  5. Setelah dingin olesi dengan mentega kemudian taburi dengan gula halus dan meses.

 

Dengan demikian, buah sukun yang kaya nutrisi ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan lebih diminati masyarakat.

Sumber: 

1. Anonymous. 2009. Memproduksi Tepung Sukun.

http://www.sinartani.com/ pascapanen/memproduksi-tepung-sukun-1240821916.htm

2. Koswara, Sutrisno. 2006. Sukun sebagai Cadangan Pangan Alternatif.

http://www.ebookpangan.com/ARTIKEL/POTENSI_SUKUN_SEBAGAI_CADANGAN_PANGAN_NASIONAL.pdf 

3. http://www.bisnisukm.com

Tag:

Dodol merupakan salah satu produk olahan hasil pertanian (buah-buahan) yang termasuk dalam jenis pangan semi basah yang terdiri dari campuran tepung dan gula yang dikeringkan. Makanan ini biasanya digunakan sebagai makanan ringan atau makanan selingan. Dodol merupakan suatu jenis makanan yang mempunyai sifat agak basah sehingga dapat langsung dimakan tanpa dibasahkan terlebih dahulu dan kandungan air rendah sehingga dapat stabil selama penyimpanan.

Lamanya daya simpan dodol nanas ini juga banyak dipengaruhi oleh komposisi bahan penyusunnya, aktivitas mikrobia, teknologi pengolahan dengan sanitasinya, sistem pengemasan yang digunakan dan penggunaan bahan pengawet. Dalam pengolahannya, makanan semi basah merupakan suatu  jenis makanan dengan menggunakan bahan pencampur yaitu tepung beras ketan. Tepung beras ketan ini digunakan sebagai bahan campuran dan bahan pengikat agar diperoleh tekstur yang dikehendaki.

Salah satu jenis makanan ini tentunya dapat dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan, karena dodol ini sudah menjadi ikon produk makanan khas di beberapa daerah misalnya Garut Jawa Barat terkenal dengan dodol Garutnya, ataupun Kudus Jawa Tengah terkenal dengan sebutan jenang Kudusnya. Dodol yang memiliki rasa khas manis dan kenyal ini sangat cocok untuk oleh-oleh, hidangan kue khas lebaran ataupun camilan keluarga di rumah.

Bahan

  • Buah nanas matang optimum
  • Tepung beras ketan
  • Santan kelapa
  • Gula Pasir

 

Alat

  • Wajan
  • Pengaduk
  • Alat penggiling/ blender
  • Kompor
  • Cetakan/ baki

 

Cara pembuatan dodol nanas:

  • Nanas dikupas kulitnya dan dihilangkan matanya kemudian dicuci dan dipotong keci agar mudah dilakukan penggilingan/ penghancuran.
  • Daging nanas dihancurkan dengan cara diparut atau diblender
  • Campurkan nanas yag sudah dihancurkan, dengan santan kental (1 butir kelapa/ 1 kg nanas), tepung beras ketan 5 % dan gula pasir (jumlahnya menurut selera).
  • MengahAncurkan buah menggunakan blender
  • Adonan tersebut dimasak hingga agak kering sambil diaduk terus agar tidak lengket pada wajan atau Mesin Pengaduk Serbaguna.
  • Angkat dan masukkan dalam cetakan.
  • Apabila sudah dingin, dipotong-potong dengan ukuran menurut selera kemudian dikemas dengan plastik.

Selama ini kebanyakan orang mengolah kacang tanah menjadi kacang goreng, kacang rebus, rempeyek/peyek kacang. Apakah sudah pernah mencicipi kerenyahan kacang oven? Pasti Anda akan tergoda untuk mencicipinya berulang kali. Kacang oven terbuat dari kacang tanah. 

Aneka olahan kacang di Indonesia sudah sangat berkembang dan bermunculan Industri Makanan berbahan dasar kacang tanah. Olahan kacang tanah di Indonesia meliputi nting-nting, sambel kacang, kacang telur, kacang sangrai, bumbu pecel, rempeyek, ampyang, dan masih banyak olahan lainnya.

Kacang tanah memiliki rasa yang gurih karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi. Kacang oven merupakan olahan kacang tanah tanpa menggunakan minyak dalam proses pembuatannya. Rasanya sangat nikmat dan menggugah selera. Pada gigitan pertama, Anda akan merasakan kacang yang gurih dan tidak berminyak.

Peluang bisnis kacang oven ini sangat menjanjikan, apalagi saat bulan puasa dan hari Raya. Bagi Anda yang ingin menambah penghasilan bulanan, dapat mencoba usaha kacang oven ini. Proses pengolahan kacang oven ini tidak menggunakan minyak sehingga kenampakan kacang lebih baik dan tidak meninggalkan sisa minyak ditangan saat mengkonsumsinya. Kacang oven ini juga memiliki tekstur yang lebih renyah dibanding kacang goreng.

 

Berikut adalah cara pengolahan kacang oven

Persiapan Alat :

1. Baskom

2. Tampah

3. Oven

4. Blender

 

Persiapan bahan :

1. Kacang tanah kupas 1 kg

2. Bawang putih ¼ kg

3. Garam 3 sendok makan

 

Cara pengolahan :

1. Pilih kacang tanah yang baik. Kacang tanah yang baik adalah kacang tanah yang memiliki kenampakan yang bersih (tidak berjamur dan tidak cacat). Jika ditemukan kacang tanah yang cacat atau berwarna hitam atau berjamur, sebaiknya tidak digunakan.

2. Jemur kacang tanah selama sehari. Hal ini penting dilakukan agar kacang oven lebih tahan lama dan dapat mengurangi bau apek.

3. Cuci kacang tanah hingga bersih.

4. Haluskan bawang putih dan garam dengan blender.

5. Campurkan bawang putih yang telah dihaluskan pada kacang tanah hingga merata. Anda dapat memodifikasi bumbu menurut selera Anda.

6. Panaskan oven selama 15 menit. Kemudian masukkan kacang tanah yang telah bercampur bumbu ke dalam rak pada oven. Selama pengovenan, kacang tanah harus dibalik secara kontinyu. Hal ini penting agar tingkat kematangan merata. Gunakan api kecil dan waktu pengovenan yang sesuai untuk menghasilkan kacang oven yang matang dan berwarna kuning keemasan.

7. Setelah kacang matang dan warna tmenjadi kuning keemasan, angkat dan keluarkan kacang dari oven. Biarkan dingin. Setelah dingin segera kemas dengan plastik PP ketebalan 0.5 mm. Pengemasan merupakan tahapan penting untuk menjaga kualitas kacang oven.

 

Sangat mudah bukan dalam membuat kacang oven yang renyah?, selamat mencoba.

Sumber:  www.bisnisukm.com

Dewasa ini bisnis pengolahan buah-buahan menjadi aneka camilan dan minuman sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, terutama di daerah sentra penghasil buah atau daerah wisata. Hal ini karena besarnya potensi hasil pertanian dan perkebunan, serta kebutuhan pasar yang terus meningkat dan terbuka lebar terhadap aneka camilan dan minuman dari olahan buah. Dalam proses pengolahan camilan buah seperti keripik buah, produsen akan dihadapkan dengan salah satu masalah yaitu limbah kulit buah. Limbah tersebut biasanya tidak dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dijual dengan harga murah.

Salah satu limbah kulit buah yang dapat diolah dan bernilai ekonomis tinggi adalah kulit buah nanas. Kulit buah nanas merupakan limbah organik yang mengandung banyak nutrisi dan dapat diolah ulang baik untuk makanan atau minuman. Salah satu olahan yang dapat dihasilkan dari kulit buah nanas adalah Sirup Kulit Buah Nanas.

Kulit nanas ternyata dapat dimanfaatkan menjadi minuman sirup yang menyegarkan. Siswa-siswi MAN 1 Brebes telah membuktikannya, mereka berkreasi memanfaatkan kulit nanas dengan mengolah menjadi minuman sirup yang menyegarkan dan bernilai ekonomis tinggi. Bahan yang diperlukan juga cukup sederhana dan mudah diperoleh, yaitu asem belimbing, gula pasir, kunyit, jahe, garam, dan telur ayam. 

Cara pembuatannya, pertama kulit nanas diiris tipis tipis, lalu dicuci dengan air dan garam hingga bersih. Garam berfungsi untuk menghilangkan gatal di kulit nanas. Setelah itu, irisan kulit nanas direbus bersama asem belimbing, gula, dan kunyit hingga mendidih, kemudian diangkat dan dinginkan. Bila ingin sirup buah ada rasa jahenya, potongan jahe dapat dicampuran saat melakukan perebusan, atau perasa lain sesuai dengan selera.

Proses selanjutnya adalah memisahkan ampas dengan sari buah nanas dengan cara menyaring dengan kain atau alat penyaring lainnya. Langkah selanjutnya, sari nanas direbus kembali hingga mendidih dan ditambahkan putih telur ayam yang diaduk secara merata. Putih telur tersebut berfungsi untuk mengikat sisa kotoran dari perasan nanas. Setelah diaduk, gumpalan putih telur disaring kembali hingga menghasilkan perasan air sari nanas yang bersih. Sirup nanas pun siap dihidangkan, dengan ditambah air dingin secukupnya. Produksi dapat dikembangkan secara komersial, melihat potensi limbah yang dihasilkan dari produksi keripik nanas.

Tag:

 

Stainless steel adalah logam paduan dari beberapa unsur logam dengan komposisi tertentu. Sehingga didapatkan sifat baru dari logam tersebut yang lebih kuat, lebih tahan terhadap korosif, dan sifat unggul lainnya. Stainless steel terbagi menjadi beberapa grade berdasarkan struktur metalurginya. Khusus untuk aplikasi dalam pembuatan mesin pengolah makanan, biasanya digunakan jenis stainless steel food grade (SS 304, SS 316).    

Penggunaan alat pengolah makanan yang terbuat dari logam tahan karat (stainless steel) food grade sudah menjadi kebutuhan bagi industri pengolah makanan. Hal ini dilakukan agar kualitas produk makanan atau minuman yang dihasilkan tetap terjaga dan aman bagi kesehatan konsumen.

Berikut beberapa alasan perlunya penggunaan plat stainless steel food grade pada alat pengolah makanan dan minuman yaitu :

1. Untuk menghindari kontaminasi kimia baja terhadap produk makanan

Dengan memilih tipe stainless steel yang tepat, maka hampir tidak ada kontaminasi bahan kimia logam terhadap produk olahan makanan, seperti perubahan warna dan rasa. Biasanya grade yang tepat untuk produk makanan dan minuman adalah grade SS 304 atau SS 316.

2. Mudah dibersihkan, anti korosif, dan tahan terhadap bakteri

Pada hi-grade stainless steel mudah dibersihkan dari kontaminasi luar karena memiliki permukaan yang halus. Sifat keras dan ketahanan impak baja tahan karat juga memberikan dampak positif saat proses pembersihan komponen dilakukan.  Ketahanan terhadap korosi yang tinggi memudahkan pengguna dapat membersihkan dengan pembersih dan disinfektant yang tergolong korosif.

3. Sifat mekanik yang cukup baik secara keseluruhan

Kekuatan, ketahanan, dan ketahanan abrasi yang tinggi pada baja tahan karat (stainless steel) austenitik nilai positif dalam penggunaan untuk aplikasi di industri makanan dan minuman. 

 

Nah, setelah kita mengetahui alasan mengapa stainless steel dibutuhkan dalam penggunaan alat atau mesin pengolah makanan, selanjutnya mari kita pelajari aplikasi dari stainless steel dalam dunia Industri.

Berikut beberapa aplikasi penggunaan komponen terbuat dari baja tahan karat (stainless steel) yaitu:

 

1. Industri Pengolahan Buah (Keripik buah, jus buah, dll)

Secara umum mesin-mesin pengolahannya terbuat dari stainless food grade. Biasanya tipe yang digunakan untuk komponen mesin produksi adalah tipe SS 304. Kecuali pada proses yang membutuhkan panas yang cukup tinggi menggunakan tipe SS 316. 

Pada industri keripik buah, mesin yang menggunakan komponen stainless steel adalah mesin Vacuum Frying (mesin penggoreng vakum) dan mesin Spinner (mesin peniris minyak). Tipe stainless steel yang digunakan adalah tipe SS 304 karena panas yang dibutuhkan termasuk rendah (kurang dari 100oC).

 

2. Industri Susu

Di Industri susu, penggunaan komponen yang terbuat dari stainless steel sangat dominan di segala proses produksi. Mulai dari pengelolaan susu di peternakan, alat pengiriman susu seperti jalur pipa digunakan untuk menyalurkan susu ke tangki penyimpan dingin, umumnya menggunakan tipe SS 304. Pada plant proses produksi susu, semua komponen juga terbuat dari stainless steel seperti tangki-tangki penyimpanan, pasteurizing plate heat exchanger, perpipaan, pompa, sistem pembersih, dan lain-lain. Tipe SS 304 umumnya digunakan dalam komponen-komponen tersebut, namun kadang-kadang tipe SS 316 digunakan pada heat exchanger plate untuk mencegah resiko terhadap korosi retak tegang saat komponen dibersihkan dengan larutan disinfektan.

 

3. Industri yang lainnya

Penggunaan baja tahan karat juga digunakan industri lainnya seperti industri kue, pengolahan daging, restoran, dan industri agro lainnya.

 

Melihat alasan penggunaan dan aplikasi dari baja tahan karat (stainless steel) dalam industri makanan dan minuman, maka industri pembuat mesin atau alat pengolah makanan dan minuman perlu menjaga kualitas produk mesin yang dihasilkan. Yakni dengan konsisten menggunakan jenis grade stainless steel yang tepat sesuai kebutuhan penggunaan. CV.Agrindo Cipta Mandiri selaku produsen mesin-mesin agroindustri berusaha seoptimal mungkin untuk senantiasa menjaga kualitas produk mesin demi kepuasan dan keamanan konsumen.

 

Setiap pembelian mesin Vacuum Frying berbagai tipe di perusahaan kami, Anda berhak membawa pulang 1 unit mesin Peniris Minyak (Spinner) sebagai bonus. Mesin Spinner disebut juga mesin pemeras minyak atau mesin pengaktus minyak. Ada juga yang menyebutnya sebagai mesin penapis minyak. Istilah tersebut bermacam-macam tapi merujuk pada satu produk yang sama yaitu mesin Spinner.  Anda juga bisa membeli mesin spinner secara terpisah untuk beragam keperluan penirisan minyak seperti pada proses akhir pembuatan abon ikan dan daging, kerupuk, keripik jamur dan lain-lain. Bahkan dalam proses pembuatan sari buah mesin ini digunakan untuk memisahkan ampas dari sari buah yang diperoleh.


Mesin Spinner buatan kami terbuat dari bahan plat stainless steel food grade dengan pengelasan full argon. Bagian-bagian utama mesin spinner antara lain:


1. Keranjang Bahan.
Keranjang ini berbentuk tabung tanpa tutup yang terbuat dari bahan stainless steel vorporasi (berlubang) food grade dengan lubang ukuran standar atau ukuran halus. Ukuran lubang dapat dipesan menyesuaikan kebutuhan. Ukuran lubang kasa halus untuk meniriskan bahan-bahan dengan ukuran kecil seperti abon dan bawang goreng. Sedangkan ukuran standard untuk meniriskan bahan dengan ukuran besar seperti aneka keripik buah, keripik jamur dan kerupuk.

2. Body Spinner.
Bagian ini berbentuk tabung tanpa tutup yang terbuat dari bahan stainless steel dengan pengelasan full argon. Persis pada bagian bawah keranjang bahan atau kira-kira ¾ dari tinggi tabung terdapat alas/plat berposisi miring untuk mengalirkan minyak hasil tirisan keluar dari tabung. Di tengah-tengah tabung terdapat poros as stainless steel yang terhubung dengan motor penggerak melalui V-Belt. Di bagian atas body spinner juga terdapat handle (pegangan tangan) untuk memudahkan penanganan dan pemindahan mesin.

3. Poros As Stainless Steel.
Berfungsi meneruskan daya dari motor yang terhubung dengan V-Belt untuk memutar dan menahan keranjang bahan. Kecepatan putaran keranjang bahan adalah 2800 Rpm.

4. V-Belt.
Berfungsi sebagai penerus daya dari motor ke poros as stainless steel.
 
5. Motor  Listrik.
Berfungsi sebagai sumber penggerak. Daya motor yang digunakan adalah 0.25 – 1 HP disesuaikan dengan kapasitas mesin spinner. Dimana 1 HP setara dengan 750 watt.


Prinsip kerja mesin spinner adalah bahan berminyak yang diletakkan di dalam keranjang bahan akan diputar oleh poros yang dihubungkan dengan motor listrik menggunakan V-Belt. Akibat dari gaya sentrifugal yang terjadi saat keranjang berputar, maka bahan akan bergerak menuju ke sisi-sisi keranjang. Bahan yang ukurannya lebih kecil daripada ukuran lubang keranjang termasuk minyak, akan bergerak keluar melewati keranjang dan jatuh di body spinner yang selanjutnya mengalir keluar dari body karena kemiringan alas body spinner. Dengan demikian, bahan yang tertinggal di dalam keranjang menjadi kering, renyah, dan siap dikemas karena kandungan minyak sudah banyak berkurang.


Terdapat beberapa tipe mesin spinner yang kami produksi sesuai dengan kapasitas yaitu SP-1.5 untuk kapasitas 1.5 kg per proses, SP-5 untuk kapasitas 5 kg per proses, SP-10 untuk kapasitas 10 kg per proses, dan SP-25 untuk kapasitas 25 kg per proses. Kami menggunakan keripik nangka sebagai acuan penentuan kapasitas produksi mesin spinner ini. Tentu untuk produk lain seperti abon, bawang goreng, keripik jamur, kerupuk dan lain-lain memiliki volume atau kapasitas yang berbeda (bisa lebih atau kurang) dibandingkan produk acuan.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang mesin spinner dan semoga bermanfaat.

Ikan Bandeng (Latin: Chanoschanos atau Inggris: Milkfish) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki rasa yang spesifik, dan telah dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri. Menurut penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan(1996), kandungan omega-3 bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/mackerel (3.9%). Dengan kandungan protein yang tinggi (20.38%), bandeng merupakan salah satu sumber pangan yang sangat bergizi.  Kelemahan dari bandeng yaitu banyaknya tulang dan duri di dalam tubuhnya sehingga berisiko tinggi bila dikonsumsi oleh anak-anak. Susunan duri yang terdapat pada bandeng kurang lebih sebagai berikut:

  • Pada bagian punggung ada 42 pasang duri bercabang yang menempel di dalam daging dekat permukaan kulit luar.
  • Bagian tengah ada 12 pasang duri pendek.
  • Pada rongga perut ada 15 pasang duri pendek.
  • Bagian perut dekat ekor ada 12 pasang duri.



Salah satu jenis olahan bandeng agar mudah dan aman dikonsumsi oleh segala usia adalah masakan bandeng tanpa duri. Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan solusi alternatif dengan metoda yang sangat sederhana, dimana hanya membutuhkan sedikit keterampilan dalam mencabut duri. Ketelitian sangat diperlukan dalam melakukan pengolahan ini. Pengetahuan mengenai letak duri pada ikan dan jumlah duri yang terdapat pada setiap ruas daging ikan bandeng sangat diperlukan, juga pengetahuan mengenai rantai dingin karena selama pengolahan ini kesegaran ikan sangat diutamakan.

Berikut ini tahapan pengolahan bandeng tanpa duri/hanaduro sebagai berikut :

1. Pembelian Bahan Baku
Dalam melakukan pembelian bahan baku, terlebih dahulu harus mengetahui ciri-ciri ikan bandeng segar yaitu: mata bening, tekstur kenyal, sisik tidak terkelupas, insang berwarna merah dan tidak berbau tanah apabila kita mencium dari insangnya. Hindari membeli ikan yang kurang segar karena akan mempengaruhi kualitas produk akhir.

2. Pencucian
Dalam melakukan pencucian harus menggunakan air yang bersih dan dingin dengan menggunakan es supaya kualitas ikan tidak menurun akibat kenaikan suhu.

3. Pembuangan Sisik, Insang, dan Isi Perut
Hal ini dilakukan agar ikan bersih dari kotoran. Ikan yang telah dibersihkan secepatnya diberi es supaya kualitas tetap terjaga.

4. Penyortiran
Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran ikan sehingga seragam. Gunakan keranjang yang telah diberi es sebagai wadah ikan yang telah disortir.

5. Pembuangan Sirip Punggung dan Tulang Tengah
Setelah insang dan isi perut dibuang kemudian dilakukan perapihan bagian punggung dengan pisau. Perapihan bagian punggung dilakukan mulai dari ekor hingga kepala. Perapihan ini dilakukan untuk merapikan bentuk bandeng.
Pembuangan tulang tengah dimulai dari bagian kepala hingga ekor. Pada saat di bagian ekor, tulang tengah dipotong menggunakan pisau. Gunakan pisau yang tajam, talenan, dan sarung tangan yang bersih.

6. Pencucian
Ikan dicuci satu persatu dengan menggunakan air mengalir atau menyiram ikan dengan air (jangan lakukan perendaman dalam wadah karena kotoran air dapat menempel kembali pada ikan).

7. Pencabutan Duri
Bandeng yang telah dicuci ditiriskan terlebih dahulu selama 3 menit didalam keranjang agar airbtidak lengket di tubuh ikan. Pada tahap pencabutan, gunakan pinset yang bersih dan sarung tangan. Pencabutan duri dimulai dari bagian tengah. Hal ini untuk memastikan duri yang tidak lepas pada saat membuang tulang tengah. Pencabutan dilanjutkan pada sisi punggung ikan dengan membuat ruas tempat duri terletak. Perhatikan posisi duri dengan melihat gambar susunan duri/tulang bandeng yang telah dilampirkan. Lakukan pengecekan duri pada bandeng dengan cara menggeser pinset dari kepala hingga ekor pada ruas duri. Apabila masih terdapat duri maka akan terasa berbentur dengan ujung pinset. Bandeng yang telah dicabut durinya secepat mungkin diletakkan pada wadah yang berisi es.

8. Pencucian
Setelah bandeng dicabut durinya kemudian dicuci untuk membersihkan kotoran yang masih menempel pada ikan selama tahapan sebelumnya. Ikan dicuci satu persatu dengan menggunakan air mengalir yaitu dengan cara menyiramnya dengan air dalam wadah yang dapat menyebabkan kotoran air tidak menempel kembali pada ikan. Gunakanlah air yang bersih dan dingin dengan menggunakan es supaya kualitas ikan tidak menurun akibat kenaikan suhu. Bandeng yang telah dicuci tetap dalam keadaan dijaga. Bandeng yang telah dicuci diletakkan dalam wadah yang berisi es.


9. Pengemasan
Bandeng yang telah dicuci ditiriskan terlebih dahulu selama 5 menit di keranjang lalu dikemas satu persatu. Untuk jenis pengemasannya menggunakan plastik jenis PE (polyethylene) yang banyak dijual di toko plastik dan tidak membutuhkan plastik spesifik seperti bandeng presto. Sealer ikan yang telah dikemas dalam plastik dengan menggunakan mesin hand sealer. Bandeng yang telah beku siap untuk dipasarkan.

Sumber :
1. Panduan Pengolahan dan Pemasaran Ikan Bandeng. Pemkab Bireuen, Dinas Kelautan Prov.Aceh bekerjasama dengan FAO, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. http://www.scribd.com
2. Bandeng .id.wikipedia.org

Tag:

Bandeng (Chanos chanos Forsskål) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara. Ikan bandeng disukai sebagai makanan karena rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Kelemahan bandeng ada dua: dagingnya 'berduri' dan kadang-kadang berbau 'lumpur'/'tanah'. Duri bandeng sebenarnya adalah tulang dari bandeng. Duri ini mengganggu kenikmatan dalam memakan dagingnya. Gangguan ini dapat diatasi dengan penggunaan panci bertekanan tinggi (presto atau autoclave) dalam waktu tertentu sehingga duri bandeng menjadi lunak dan dapat dihancurkan jika dikunyah. Prospek pengolahan bandeng presto cukup menjanjikan. Cita rasa yang dimilikinya pun jauh lebih enak dibandingkan dengan ikan yang diolah secara diasin ataupun dengan cara lainnya.

Berikut merupakan tahapan pengolahan bandeng duri lunak (presto) :

1. Pembelian Bahan Baku

Dalam melakukan pembelian bahan baku, terlebih dahulu harus mengetahui ciri-ciri ikan bandeng segar yaitu: mata bening, tekstur kenyal, sisik tidak terkelupas, insang berwarna merah dan tidak berbau tanah apabila kita mencium dari insangnya. Hindari membeli ikan yang kurang segar karena akan mempengaruhi kualitas produk akhir.

2. Pencucian

Dalam melakukan pencucian harus menggunakan air yang bersih dan dingin dengan menggunakan es supaya kualitas ikan tidak menurun akibat kenaikan suhu.

3. Pembuangan Sisik, Insang dan Isi Perut

Hal ini dilakukan agar ikan bersih dari kotoran.

Ikan yang telah dibersihkan secepatnya diberi es supaya kualitas tetap terjaga.

4. Penyortiran

Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran ikan sehingga seragam.

Gunakan keranjang yang telah diberi es sebagai wadah ikan yang telah disortir.

5. Pencucian

Ikan dicuci satu persatu dengan menggunakan air mengalir atau menyiram ikan dengan air (jangan lakukan perendaman dalam wadah karena kotoran air dapat menempel kembali pada ikan ).

6. Pemberian Bumbu I

Masukkan ikan ke dalam baskom satu per satu, kemudian masukkan garam secukupnya sesuai dengan jumlah ikan ditambah dengan jeruk nipis. Fungsi garam dan jeruk nipis adalah untuk menghilangkan bau amis pada ikan bandeng.

Aduk rata bumbu dan ikan, kemudian diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap.

7. Pemberian Bumbu II

Setelah ikan diberi garam dan jeruk nipis, terlebih dahulu dibersihkan kembali satu persatu untuk menghilangkan garam dan jeruk nipis yang masih ada pada ikan dengan menggunakan tangan. Gunakan sarung tangan yang bersih saat membersihkan. Kemudian masukkan ikan ke dalam baskom satu persatu. Baskom yang digunakan harus dalam keadaan bersih.

Haluskan bumbu berupa garam, bawang putih bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas, ketumbar, biji kemiri, daun jeruk purut, daun salam, dan cabai merah.

Campur bumbu dan ikan secara merata kemudian diamkan selama 30 menit agar bumbu meresap.

8. Pemasakan Suhu Tinggi

Pemasakan ikan ini menggunakan panci bertekanan (autoclave), dengan suhu 1000C selama 15 – 20 menit. Dengan demikian akan dihasilkan ikan bandeng duri lunak.

9. Pendinginan

Setelah ikan dimasak, kemudian dilakukan pendinginan dengan cara meletakkan ikan pada baki secara perlahan-lahan. 

Pendinginan dilakukan selama 1-2 jam.

10. Pengemasan dan Pelabelan

Bandeng yang telah selesai didinginkan, kemudian dimasukkan ke dalam plastik yang telah diberi label.

Masukkan ikan secara perlahan dengan menggunakan sendok serokan pipih. Gunakan sarung tangan dan sendok yang bersih.

11. Pengemasan Vakum

Masukan bandeng ke dalam plastik yang telah diberikan label dan kemudian masukkan ke dalam mesin vacuum sealer

Pastikan alat vakum berfungsi maksimal sehingga hasil yang didapatkan dalam keadaan vakum. Kondisi vakum dapat mempengaruhi daya awet ikan dan bentuk ikan.

Setelah bandeng divakum segera masukkan ke dalam freezer untuk mempertahankan daya awet ikan.

Suhu freezer -180C atau lebih kecil.

Pengemasan bandeng presto dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu biasa dan vakum. Pada pengemasan biasa, produk diletakkan di atas kertas roti dan karton, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE). Lama simpan bandeng presto dengan kemasan vakuum dapat mencapai selama 3 bulan pada penyimpanan suhu beku (freezer) -180C atau lebih. Lama simpan bandeng presto juga ditunjang oleh bumbu yang digunakan dalam proses pengolahannya. Jenis dan jumlah bumbu yang digunakan sangat beragam antara satu produsen dengan lainnya.

Komponen bumbu inilah yang menjadi ciri khas bandeng presto dari setiap daerah atau produsen. Namun, secara umum, bumbu yang digunakan adalah garam, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lengkuas, ketumbar, kemiri, daun jeruk purut, daun salam dan cabai. Fungsi bumbu selain sebagai pemberi cita rasa juga bersifat bakteriostatik dan germisidal, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan khamir, sehingga memperpanjang daya simpan masakan bandeng presto.

 

 

Sumber: 

1. Panduan Pengolahan dan Pemasaran Ikan Bandeng. Pemkab Bireuen, Dinas Kelautan Prov.Aceh bekerjasama dengan FAO, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. www.scribd.com

 

Pekan terakhir di bulan Juni ini alhamdulillah kami dapat menyelesaikan pesanan satu unit mesin Vacuum Frying kapasitas 10 kg per proses dari customer kami di Universitas Negeri Lampung (UNILA). Pengiriman dilaksanakan pada hari Senin sore, tanggal 25 Juni 2012 menggunakan jasa ekspedisi yang langsung menuju ke Lampung. Mesin tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk bantuan sosial kepada kelompok masyarakat di Metro, Lampung Tengah terkait produksi keripik buah dan pengenalan teknologi pengolahan komoditas hasil pertanian dengan menggunakan mesin penggoreng vakum (Vacuum Frying). Pembelian mesin sudah termasuk satu unit spinner atau mesin peniris minyak, kompor gas, selang regulator, dan mesin pengemas. Tipe yang kami tawarkan pun bervariasi mulai dari kapasitas 1.5 kg per proses hingga kapasitas 16 - 18 kg per proses.

Berdasarkan data penjualan yang kami miliki, sejak tahun 2008 hingga awal tahun 2012 sudah lebih dari 70 unit mesin Vacuum Frying berbagai tipe yang telah kami produksi dan kami pasarkan ke berbagai daerah. Baik di dalam negeri maupun luar negeri, yakni Malaysia, Nigeria, dan Hungaria. Selain itu, mesin yang sudah terkirim ke konsumen juga minim terjadi komplain, kalaupun ada jumlahnya sedikit dan dapat segera kami selesaikan. Kami juga memberikan kesempatan kepada calon konsumen untuk melakukan demo penggorengan dan workshop visit untuk lebih memperkuat keyakinan dan pemahaman dari calon konsumen sebelum membeli. Kami menganggap bahwa setiap pembeli adalah partner dalam bisnis kami, sehingga konsumen merasa lebih mantap dan puas dalam proses pembelian hingga purna jual. Bahkan ada beberapa konsumen yang sudah melakukan repeat order pembelian mesin Vacuum Frying ini. Semoga usaha yang dijalankan oleh para costumer kami dapat terus berkembang dan mengalami kemajuan, sehingga mesin-mesin yang kami produksi bermanfaat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Keripik adalah salah satu jenis makanan ringan yang paling digemari oleh semua orang, baik tua maupun muda. Keripik menjadi jajanan favorit bagi kebanyakan orang karena rasanya yang gurih, enak dinikmati dalam beragam suasana, tidak mengenyangkan dan juga menyehatkan. Berbicara soal keripik yang menyehatkan dan bergizi tinggi, kali ini kami akan mengupas sebuah kajian singkat mengenai cara produksi keripik sayur yang bergizi tinggi.

Perlu diketahui bahwa keripik yang menyehatkan dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi adalah keripik yang berasal dari bahan mentah/segar yang bergizi, misalnya buah-buahan dan sayur-sayuran. Kabar baiknya, saat ini buah-buahan dan sayuran segar yang bergizi tinggi tadi ternyata bisa diolah menjadi keripik. Tentu saja ini kabar baik bagi Anda yang tidak memiliki kegemaran makan buah-buahan atau sayuran segar jenis tertentu. Keripik buah dan atau keripik sayur tentu dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi dari buah-buahan dan sayuran tanpa harus makan dalam bentuk segar.

Pertanyaannya, apakah kandungan nutrisi dari buah-buahan dan sayur tersebut masih banyak atau justru malah sudah rusak?

Nah, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Setyawan et. al. [1], kandungan gizi dari keripik sayuran yang diolah dengan menggunakan penggoreng vakum tidak rusak dan ternyata relatif masih tinggi. Seperti pada keripik buncis, masih terkandung total karotenoid yang sangat bermanfaat untuk kesehatan karena berfungsi sebagai antioksidan. Demikian juga untuk sifat kimia yang lain seperti protein, vitamin C, kalsium, serat kasar, dan asam lemak bebas (FFA) yang jumlahnya masih tinggi pada produk keripik sayuran.

Mengapa bisa demikian? 

Karena proses penggorengan vakum dengan mesin vacuum frying berada dalam sebuah sistem tertutup yang tidak membutuhkan suhu kerja yang tinggi. Hanya dengan suhu 80-90 ⁰C saja minyak goreng sudah mendidih dan dapat digunakan untuk menggoreng buah-buahan atau sayuran segar. Struktur ikatan hidrokarbon pun juga tidak rusak sehingga minyak goreng dapat digunakan berkali-kali dalam proses penggorengan vakum. Minyak goreng ini tetap aman dan tidak akan menjadi bahan pemicu terjadinya kanker (karsinogenik) meskipun digunakan berkali-kali. Jadi kesimpulannya adalah kandungan gizi buah-buahan atau sayuran segar tidak berbeda jauh dengan keripik buah atau keripik sayuran yang dihasilkan dengan menggunakan mesin vacuum frying.

Bisnis pengolahan sayuran segar menjadi keripik sayuran siap santap memiliki prospek yang cukup cerah di Indonesia. Dengan iklimnya yang tropis, lahan yang masih subur, hasil hortikultura yang melimpah, Indonesia memiliki peluang cerah untuk menjadikan keripik sayuran dan keripik buah sebagai komoditas ekspor dengan pasar yang sangat besar di masa mendatang.

Sebagai contoh keripik wortel telah banyak dihasilkan di beberapa daerah di Indonesia dan volume penjualannya perlahan-lahan meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi lebih banyak sayuran yang mengandung serat dan juga bernutrisi tinggi seperti halnya keripik wortel yang mengandung vitamin A dan serat yang baik untuk kesehatan.

Anda penasaran, bagaimana cara memproduksi keripik sayuran yang bergizi tinggi? Berikut ini kami sajikan cara membuat keripik sayuran agar tetap terjaga kandungan nutrisinya.

1. Sayuran mentah/segar dipangkas dan dikupas.

2. Selanjutnya dicuci dan diiris sesuai selera, bisa tipis maupun kecil memanjang.

3. Dilakukan pemblansiran pada suhu + 800C dan penambahan bumbu sesuai selera.

4. Perendaman dalam larutan CaCl2 1000 ppm 30 menit.

5. Bahan digoreng menggunakan mesin vacuum fryer.

6. Hasil ditiriskan secara manual atau menggunakan mesin spinner.

Akhirnya, keripik sayuran yang kaya nutrisi dapat dinikmati maupun dikemas untuk dipasarkan.

Selamat menikmati...

Sumber:

1. Widaningrum dan Setyawan, Nurdi. 2009. Standarisasi Keripik Sayuran (Wortel) Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing Produk Olahan Hortikultura. Balitbang Pasca Pertanian. Bogor. Diakses di http//www.bsn.go.id

Page 1 of 2

Member Area

 

Penulis

Komentar Terbaru